Hai semuanya! Sekali lagi mohon maaf, kalau update-nya kelamaan. Saya cukup beruntung mendapatkan pekerjaan full time di liburan musim panas dengan bayaran yang lumayan ok, makanya belakangan ini sibuk. Tapi di sela-sela waktu, saya masih sempat hubungi teman ayah saya untuk beberapa tape video tambahan.

Dia membawa saya ke kantor polisi cabang di jalan Hurontario. Di situ mereka hanya memberikan satu tape saja, yang mana di dalamnya ada 2 episode.

Warnai dengan Jiwa –  Episode 2, “Bagaimana mencari buah berry”: Saya tidak familiar dengan acara “Warnai dengan Jiwa” ini. Pertama karena saya tidak pernah menontonnya. Dan kedua, acara itu sama sekali tidak masuk akal. Acara episode ini, seperti biasa, diawali di bangunan kumuh di sisi yang satu, dan pagar besi di sisi lain.

“He..hei painting-heads, hari ini saya akan menunjukkan ke kalian bagaimana mendapatkan berry liar segar.” Saya langsung mengenali suara itu. Orang yang sama di episode-episode lainnya. Seperti episode terdahulu, suara orang itu bergetar, dan terkesan sedang was-was. Di situ terdapat sebuah matras yang disandarkan ke tembok bangunan. Saya lalu bisa melihat tangan kameraman-nya. Tangannya terlihat gemetaran dan berwarna merah, sepertinya berlumuran darah.

Dia menggunakan tangannya menarik turun matrasnya sehingga jatuh ke tanah. Di balik matras tadi ternyata ada sebuah kotak kecil. Kamera di-zoom-in, terlihat berry berwarna merah. “Da..dan inilah berry!” Orang itu meletakkan kamera di tanah, sehingga kamera sejajar dengan kotak. Kemudian terlihat tangan mengambil beberapa berry, mungkin untuk dimakan.

“Hmm… enak!” seru orangnya.

Tetapi tiba-tiba terdengar suara teriakan dari kejauhan. Orang itu segera memungut kameranya dan langsung berlari. Episode itu langsung berhenti.

 

Booby – Episode 39, “Pesta Piñata”: Sebelum melihat video ini saya sudah diwanti-wanti ada adegan mengerikan. Saya rasa setelah episode sebelumnya, saya sudah lumayan kebal apapun. Lagipula sudah lama tidak menonton episode Booby, jadi saya lumayan penasaran juga apa yang dilakukannya kali ini. Tetapi ternyata seharusnya saya mendengar nasehat mereka.

Episode ini dimulai dengan lumayan normal. Booby dengan salah satu temannya sedang berencana pesta dengan teman-teman mereka. Booby menyarankan untuk menggunakan Piñata sebagai permainan di pesta. Temannya setuju, dan kedua tokoh itu (yang merupakan tangan) mulai bergerak-gerak aneh.

Episode itu tiba-tiba berubah ke kamar redup. Sepertinya ruangan kosong. Ternyata ada orang dewasa yang terikat di kursi! Pria itu meronta dan mencoba berteriak dengan mulutnya yang tersumpal. Seorang pria lain dengan baju serba hitam dan berkerudung hitam berdiri di sana.

Pria berjubah hitam itu mengambil tongkat besi baseball dan mengarahkan ke kepala pria malang itu. Dia mengayunkan dan hantaman keras tepat mengenai batok kepalanya. Suaranya hanya dentuman kecil, tetapi saya tahu hantamannya pas ke dia.

Ada seorang pria lain yang berdiri di sana. Posisinya di depan kamera agak menutupi pria yang duduk itu. Pria yang duduk di kursi itu sekarang terlihat lunglai dan tidak bernyawa. Tetapi pria berjubah hitam itu terlihat sepertinya tidak puas. Dia terus mengayun, menghantam, memukul pria tidak berdaya itu.

Akhirnya darah muncrat ke dinding kayu dan langit-langit yang berwarna putih itu. Saya bersyukur ada orang yang terus berdiri di depan pria itu. Saya tidak ingin melihat apa hasilnya kepala manusia dihantam bertubi-tubi dengan tongkat baseball. Episode itu kemudian selesai di situ.

Episode yang satu ini memang mengerikan. Saya bertanya petugas siapa sebetulnya orang itu. Ternyata, pria malang itu adalah ayah dari salah satu anak yang diculik “Tuan Beruang”. Saya rasa dia menerobos ke rumah Tuan Beruang untuk menyelamatkan anaknya. Saya tidak menanyakan nama korban. Patutkah saya tanyakan?

Saya juga menyadari, episode ini tidak jauh dari episode “Bermain dengan Gunting”. Jika episode-episode Booby yang di belakang penuh dengan adegan begituan, saya rasa saya tidak ingin menontonnya lagi.

Saya gak yakin mau menonton video ini seberapa banyak juga. Jujur, saya merasa tidak ada kemajuan. Dan saya hanya mendapatkan email-email usil yang bercanda dirinya Tuan Beruang. Salah satu email paintwithb@aol.com jelas-jelas adalah email palsu. Dia cerita bagaimana dia menyayangi saya, dan waktu saya balas suruh dia enyah, dia hanya membalas “INRI”.

Saya akan tetap mencari informasi baru. Terima kasih kalian terus membaca kisah yang cukup gila ini.


 

Kami akan mencoba menjelaskan sekilas Piñata ini. Biasanya di Meksiko dan Amerika Serikat lumayan populer dengan permainan ini. Cara mainnya sederhana, mereka menggantungkan sebuah boneka yang berisi hadiah atau permen. Pemain ditutup matanya lalu mencoba memukul bonekanya dengan kayu. Kalau berhasil mengenai boneka maka hadiah akan jatuh ke tanah.

Nah, sekarang kalian mengerti kan permainan “Piñata” yang dimaksud Booby itu apa?