Melanjutkan catatan blog Elliot sebelumnya yang sudah menerima email dari Tuan Beruang. Asli atau palsu? Elliot berpendapat palsu. Mari kita ikuti update berikutnya setelah menerima email tersebut.

Update 9 November 2013

Wow, ternyata blog saya belum terhapus! Saya tahu saya sudah sangat lama sekali tidak update blog saya. Sebenarnya saya ada alasan. Hanya saja, saya belum ingin menceritakannya. Tahun ini merupakan tahun traumatis bagi saya.

Beberapa dari kalian benar, saya seharusnya tidak mencari tahu masa lalu saya. Hanya saja saya tidak bisa menahannya. Sudah setahun semenjak post terakhir dari saya, dan banyak sekali yang terjadi. Saya akan coba merangkum kembali keseluruhan insiden “Tuan Beruang” ini.

Email returntheb@hotmail.com sudah tidak pernah dipakai lagi. Saya mencoba meng-email balik ke sana tetapi tidak mendapat balasan. Saya mencobanya kembali bulan Maret tahun ini, tetapi juga tetap tidak ada respon.

Saya pindah ke Ottawa (ibukota Canada, bagi yang tidak tahu), untuk kuliah. Jadi sudah tidak pernah ke Caledon ataupun rumah saya di Peel. Saya ada alasannya seperti yang kalian duga.

Saya akhirnya membuat akun email baru karena terus dikirim email yang mengaku Tuan Beruang. Terima kasih kalian semua (kepala kalian).

Jadi mengapa saya update blog ini lagi? Masih ingat teman ayah saya yang seorang polisi? Dia menelepon saya tanggal 23 Oktober kemarin mengenai rekaman baru di perpustakaan umum cabang Brampton. Sekedar informasi, Brampton adalah daerah rumah saya waktu kecil. Dia bilang bahwa dia masih belum boleh mendiskusikan isi rekaman ke saya, karena masih menjadi barang bukti. Tetapi dia meminta saya datang untuk melihatnya kalau saya sudah pulang ke rumah.

Rekaman ini menjadi pemicu saya lagi. Kalian tentunya sudah tahu rekaman terakhir yang saya lihat. Saya menduga-duga bakal seperti apa kontennya. Saya rasa pasti berkaitan dengan Caledon Local 21.

Jadi saya rasa saya akan mencoba melanjutkan blog ini lagi. Terima kasih untuk semuanya yang masih mengikuti blog ini. Saya tidak tahu kapan saya akan menulisnya lagi, tetapi begitu saya sudah melihat isi rekaman itu, saya akan menulis post baru. Saya tidak tahu isi rekaman bakal seperti apa, tetapi keinginan melihat rekaman ini membuat saya tertarik dengan misteri itu lagi.

– Elliot

Update 16 Januari 2014

Tahun kemarin merupakan tahun yang melelahkan. Kuliah menjadi alasan utama saya lembur terus menerus semenjak pindah ke Ottawa. Nah, sekarang saya sudah kembali ke rumah bersama ayah di Brampton. Saya sampai di rumah tanggal 18 Desember. Sudah sempat mengunjungi teman dan saudara. Namun suasana liburan di bulan ini sepertinya menghilang.

Menjawab ratusan email dan komentar yang didapat. Saya sudah melihat rekaman dari teman ayah saya itu. Namun isi rekaman itu seperti kutukan bagi saya. Saya ingin tahu lebih banyak, tetapi di waktu yang sama saya ingin melupakannya. Saya PERLU melihat rekaman itu.

Tidak hanya untuk diri saya sendiri. Tetapi juga untuk kalian pembaca yang sama-sama penasaran dengan pria misterius di kostum beruang itu. Namun melihat rekaman itu, seperti menusuk hati terdalam saya. Perasaan kita mengetahui anak-anak dalam video itu akan mati mengenaskan. Melihat bahwa hidup ini sungguh gelap. Sungguh gelap. Jika kamu belum skip paragraf ini, untuk mengetahui detail di bawah, dan mendengar ocehan saya, saya ucapkan terima kasih.

Hari Rabu tanggal 1 Januari, saya menelepon teman ayah itu untuk ajak bertemu dan ingin melihat rekaman. Saat itu sedang badai salju di luar. Kebetulan di kantor polisi sedang senggang, jadi saya boleh datang. Akhirnya dengan menerobos salju saya sampai ke kantor mereka juga.

Kebetulan di situ ada 4 rekaman. Tetapi hanya bisa menonton 3 saja, karena salah satunya sudah rusak, sehingga tidak mungkin bisa diputar VCR.

Paint with the Soul – Episode 3, “Bagaimana membersihkan ruangan”. Saya hampir lupa dengan acara ini. Saya memang tidak pernah menontonnya di TV, tetapi pernah menonton satu di kantor polisi.

Episode ini diawali dengan kamera menelusuri seisi ruangan. Ada sebuah jendela di seberang pintu. Cahaya luar memasuki jendela situ. Kameramen berjalan ke jendela, sehingga terlihat sebuah area kosong, lalu sebuah hutan lebat berjarak 4,5 meter dari jendela.

Kameraman mengarah ke pintu dan mulai berbicara, “H-hari ini saya a-akan menunjukkan b-bagaimana membersihakan debu” Saya masih mengenali suara sang kameramen. Kecil dan lemah, tetapi kali ini agak tergagap.

Di sini mulai aneh. Kameramen mengarahkan kamera ke kakinya, sehingga kelihatan sapu dengan bahan besi. Dia mengambilnya dengan satu tangan lagi. Tangannya adalah tangan seorang pria berkulit putih, jadi kelihatan jelas di tangannya berlumuran darah merah segar. Kemudian pria itu menjelaskan untuk membuat kamar bersih dan bagus, kita harus melakukan pengorbanan.

Dia kemudian menggunakan gagang sapu dan menghantam langit-langit. Beberapa saat langit-langit penuh dengan lubang, terlihat papan kayu yang menjadi bahan atap ini. Sekarang lantai pun penuh dengan sampah pecahan dari papan langit-langit.

Pria itu mengarah kamera ke lantai, dan menghantam pecahan papan dengan kakinya. Dengan membelakangi pintu pria itu menunjukkan seisi ruangan yang dibuat kacau oleh dia dan menjawab “Dan se..sekarang, kamarnya menjadi …” kemudian tayangannya berhenti mendadak.

 

Teman ayah memperingatkan saya bahwa rekaman berikutnya lebih sadis. Saya tetap ingin menontonnya, walaupun dalam hati kecil saya mengatakan tidak seharusnya saya melakukannya.

Booby – Episode 30:  “Anak-Anak Cahaya”, Film Booby ini tidak pernah saya nonton sebelumnya. Dan saya mengharapkan saya waktu itu tidak menontonnya.

Episode ini dimulai sama seperti episode-episode lainnya. Sebuah tangan orang tua (Booby) maju mundur. Beberapa saat kemudian Booby berjalan ke kamera dan berkata “Lagu paling enak didengar ketika dinyanyikan anak-anak!” Tangan itu pun hilang dari pandangan ke bawah meja.

Beberapa detik kemudian tiba-tiba gambar terpotong ke area luar, menunjukkan parit kecil. Saat itu malam hari, dan kelihatannya ada di tengah area kosong hutan. Namun sulit menentukannya karena faktor kualitas kamera.

Kamera kemudian zoom ke dalam api yang menyala dengan stabil. Tiba-tiba sebuah tangan manusia dipaksa ke arah api oleh sepasang tangan orang dewasa. Tangan itu kecil, diduga tangan anak-anak.

Tidak ada suara untuk beberapa detik, kemudian mulai terdengar nyanyian. Lagu ini saya kenal. Lagunya adalah lagu yang dinyanyikan di gereja dan sekolah (saya sekolah di sekolah Katolik pada masa SD). Judul lagunya “Children of Light”. Jika kamu tidak tahu judul lagu itu, ini link Youtubenya.

Lagu itu mulai diputar, pada saat tangan diarahkan ke api jingga menyala. Tangan itu terus berontak untuk lepas dari genggaman tangan besar. Namun gagal. Tangannya mulai berubah warna menjadi merah dan melepuh. Begitu terus sampai akhirnya menghitam dan asap mulai keluar dari tangan itu. Hanya beberapa menit tangannya mulai menjadi hitam dengan beberapa bagian terlihat tulang putih diantara daging yang gosong. Sial… tangan gosong itu masih membayang-bayangi saya sekarang. Tangan itu lunglai, tidak bergerak sama sekali. Kemudian filmnya berakhir..

Mr. Bear’s Cellar – Episode 30: Tuan Beruang selalu menghantui saya. Episode kali ini terjadi di tengah hutan pada saat senja, sehingga agak sulit kelihatan, apalagi kualitas kameranya. Episode ini dimulai dengan Tuan Beruang memegang kamera mengarah dirinya sendiri.

Topeng beruang itu… kelihatan jauh lebih jahat di balik bayang-bayang pepohonan. Kemudian suara sayu yang familiar pun terdengar “Halo anak-anak! Hari ini saya akan melakukan hal-hal yang menakjubkan untuk teman-teman saya. Saya akan mengirim mereka ke tempat yang sangat jauh, yang membuat mereka bahagia!”

Tuan Beruang kemudian mengarah ke ATV yang terpasang trailer, bentuknya seperti begini.

atv-trailer

Yang mencolok adalah trailernya. Di dalam trailer situ ada 7 anak-anak yang tidak bergerak. “I-ini adalah gelombang pertama. Nantinya akan gelombang berikutnya!” Tuan Beruang mengarahkan kamera ke terpal berbahan goni yang sudah direntangkan di tanah.

Dia mengangkat terpalnya, dan dari baliknya terlihat lubang besar yang kemungkinan dalamnya 3 meter, dengan lebar 4,5 meter. Sisa episode ini menunjukkan Tuan Beruang melempar anak-anak ke lubang satu per satu.

Saya bertanya apakah mereka sudah mati? Teman ayah menggelengkan kepalanya, “Belum.” Beberapa saat kemudian anak-anak itu di dalam lubang. Beberapa dalam pose yang aneh, karena dilempar. Namun tetap tidak siuman.

“Vitamin C tentunya membantu anak-anak untuk melewati petualangan yang menanti mereka!” ucap Tuan Beruang sembari mengarah kamera ke sebuah botol bensin dan bersenandung. Episode itu pun berakhir.

Teman ayah menjelaskan bahwa mereka adalah 7 dari 16 korban yang ditemukan gosong. Jadi pria itu menggunakan bensin dan membakar anak-anak itu di dalam lubang sana. Orang sinting mana yang sanggup melakukan itu? Perasaan ngeri kembali menjalar ke saya. Saya hampir menjadi salah satu anak-anak itu.

Teman ayah kemudian jujur mengatakan dia sebetulnya bohong bahwa rekaman ke 4 itu rusak. Pada faktanya rekaman itu baik-baik saja. Dan isinya adalah rekaman proses pembakaran. Dia merasa saya tidak akan tahan melihat hal-hal sadis dan mengerikan itu.

Dan menurut kalian apa yang saya putuskan? Saya memang akhirnya memilih tidak melanjutkan menontonnya. Sudah cukup. Saya butuh waktu untuk menenangkan diri setelah rekaman barusan. Masalahnya orang di balik Caledon Local 21 ini masih bebas berkeliaran di luar.

Saya akan update posting saya lagi.

– Elliot


 

INRI

Zaman dahulu kala…
Hidup seorang anak laki-laki bernama Elliot
Elliot anak pintar dan senang bermain dengan temannya.
Suatu hari dia menonton acara kesayangan dia tentang beruang dan teman-temannya.
Anak-anak senang membantu sesama dan juga menyayangi beruang
Beruang menyayangi anak-anak karena mereka membantu dia dan malaikat yang jatuh
Anak-anak dan beruang ingin bermain selamanya dengan bantuan teman mereka Booby
Tetapi malaikat jatuh membutuhkan bantuan, sehingga anak-anak harus mengorbankan diri mereka.
Sebab itulah apa yang dilakukan, Elliot.
Bantu kami Elliot, berkorbar bersama kami Elliot
Saya ingin kamu Elliot, dia ingin kamu Elliot
Kembali ke gudang bawah tanah saya
Mohon-mohon dengan sangat

Tuan B

INRI


 

Demikianlah akhirnya blog Elliot terakhir kali diposting. Dan semenjak itu tidak pernah ada update lagi. Tidak diketahui apa makna postingan terakhir. Namun besar kemungkinan adalah blog Elliot telah di-hack oleh seseorang. INRI adalah singkatan dari “Iēsus Nazarēnus, Rēx Iūdaeōrum” yang artinya Yesus Nazaret, Raja Para Yahudi. Menurut kitab suci umat kristiani, ketika Yesus disalib, musuh-musuh Yesus memasang tulisan INRI, sebagai ejekan kepadanya (karena Yesus menyebut dirinya Mesias, Raja Yahudi dan orang yang akan membawakan Kerajaan Allah.)

Tidak jelas apa makna INRI di sini. Apakah sang hacker ini menunjukkan bahwa Elliot ini telah tiada? Ataukah sang hacker mengganggap Elliot ini seperti seorang Yahudi? Tulisan “INRI” di awal dan di akhir masih belum jelas dan menjadi bahan spekulasi di para netizen.

Kelanjutan Elliot sendiri tidak diketahui, karena semenjak update terakhir itu tidak pernah dia muncul lagi. Bisa saja dia sedang sibuk, melihat dia selalu update setelah waktu yang sangat lama. Yah, kita mengharapkan yang terbaik untuknya.

Bagaimana pendapat kalian?