Awal 2012, tanda-tanda aneh bermunculan di Istana Presiden. Mulai plafon jatuh, pohon ditanam Presiden SBY roboh dan terakhir adalah kejadian meja marmer yang selama ini menjadi alas Presiden menandatangani surat pengangkatan pembantunya, mendadak pecah, tepatnya tanggal 10 Januari 2012.

Kejadian ini benar-benar dianggap tidak masuk akal. Marmer itu pecah berantakan menjadi sembilan keping besar, seperti terkena pukulan benda keras. Padahal konon material marmer itu berkelas, jadi semakin tua semakin keras.

Peristiwa meja marmer pecah sesaat setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)menandatangani dokumen pengangkatan Albert Hasibuan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden untuk bidang HAM menggantikan Jimly Assidiqie.

Waktu itu, presiden dan ibu Ani Yudhoyono ingin memberi ucapan selamat kepada Albert Hasibuan. Tiba-tiba braak! Meja marmer pecah disaat dua petugas protokoler masih mengangkatnya. Suara pecahnya sempat mengagetkan tamu undangan yang hadir.

meja-marmer-istana-pecah

Anggota pasukan pengamanan presiden (Paspampres) segera memunguti pecahan meja tersebut. Bahkan salah seorang ajudan presiden SBY langsung menutup lokasi pecahnya meja tersebut dari pantauan kamera wartawan. Insiden tidak mengganggu jalannya rangkaian pelantikan watimpres.

Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan, Prresiden tidak terganggu dengan peristiwa aneh itu.

Beberapa Analisa

Pada masa itu, beberapa paranormal memprediksi kekuasaan SBY tidak akan bertahan lama di tahun 2012 (yang belakangan terbukti tidak akurat, karena pada faktanya SBY menyelesaikan masa presidensialnya 5 tahun, tepat sampai tanggal 20 Oktober 2014 kemarin).

Jadi apa yang menyebabkan meja marmer itu pecah? Apakah itu merupakan petunjuk lain? Ataukah itu ulah “sesuatu” yang menghuni di Istana Negara Merdeka?