LAMPU merah simpang tiga KM 14 Tanjungpinang, yang menghubungkan Senggarang dan wilayah Bintan merupakan daerah yang ramai ramai dengan kendaraan di pagi sampai siang hari.

Setiap hari jalanan itu sibuk dengan lalu lalangnya motor dan mobil. Soalnya kalau ingin pergi ke Bintan, umumnya juga harus lewat jalan situ. Tetapi konon, malam hari tidaklah sesederhana itu.

Cerita ini didapat dari Tanjungpinang Pos, salah satu koran di kota Tanjungpinang. Kejadiannya pada tahun 2013. Edison, seorang warga Ganet, sempat tinggal sekaligus berjualan bensin tidak jauh dari pertigaan tersebut. Kondisinya tengah malam.

Pada saat dia sedang tidur, tiba-tiba dia dikagetkan dengan suara hantaman yang keras. Karena kondisi penerangan masih belum memadai, dia pun buru-buru mendekati lokasi sumber suara dengan bantuan senter.

Ternyata ada pengemudi motor yang mengalami kecelakaan, menabrak pembatas jalan. Kondisi motornya rusak parah. Buru-buru dia bantu korban dan mengantarnya ke kiosnya.

Di sana, sang pengendara pun komentar. Anak siapa, kok tengah malam masih dibiarkan main-main di jalan. Ternyata saat sedang motor, korban melihat ada sekumpulan anak kecil bermain di jalan raya. Mereka berlari berkejaran dan menyebrang jalan, pas di depan motornya. Mau tidak mau, secara reflek dia belok, daripada nanti malah nabrak orang.

Karena putar keras, dan mendadak, dia kehilangan keseimbangan dan akhirnya menabrak pembatas.

Edison terkesiap mendengar cerita korban. Soalnya setahu dia, tidak mungkin ada anak kecil yang main di luar di tengah malam ini. Edison, selama dia berjualan di sana, belum pernah melihat seorang pun anak-anak bermain malam hari di jalan apalagi secara beramai-ramai.

Ia pun jadi teringat dengan cerita orang yang mengatakan lokasi itu angker. Konon lokasi tersebut memang banyak orang bunian, makhluk mistis yang penampakannya mirip manusia tetapi lebih kecil. Mereka umumnya tidak suka dilihat manusia, sehingga selalu tinggal di dalam hutan. Beberapa teori lain mengatakan mereka memang tidak bisa dilihat dengan mata manusia normal, apabila sang makhluk itu tidak bermasuk untuk menampakkan dirinya.

Selama ini, Edison tidak begitu percaya. Namun, setelah mendengar cerita pria yang menabrak pembatas jalan tersebut, Edison akhirnya mulai percaya, dan merasa itu merupakan penyebab paling logis. Kemungkinan besar yang dilihat pengendara itu adalah anak-anak bunian yang kebetulan sedang bermain. Dan memang belakangan ketika dia berbincang dengan satu kenalan yang juga adalah orang pintar, menjadi terjawab. Di daerah situ memang masih merupakan daerah orang bunian