Dua tahun lalu, di Reddit, seorang user bernama blue_tidal memposting cerita nyata yang aneh sekaligus menyeramkan. Cerita ini menjadi viral, dan bahkan mereka berdedikasi untuk membuat video pendek untuk menceritakan kisah ini.

Kurang lebih lima tahun yang lalu, saya tinggal di salah satu pusat kota di Amerika Serikat. Saya termasuk makhluk malam. Sayangnya, teman satu kamar saya bukanlah tukang ngalong, jadi begitu dia tidur, saya akan bosan dan gak ada kerjaan. Untuk menghabiskan waktu, saya sering berjalan-jalan sambil berpikir.

Hampir empat tahun kebiasaan jalan-jalan saya ini. Berjalan sendirian di tengah malam, tanpa merasa takut sedikitpun. Saya selalu bercanda dengan teman kamarku bahwa tukang pengedar narkoba di kota ini orangnya ramah-ramah. Namun semuanya berubah ketika satu insiden di malam hari.

Saat itu hari Rabu. Antara jam satu atau dua subuh. Saya berjalan di dekat taman, jauh dari apartemen saya. Malam itu sunyi. Jumlah mobil yang lalu lalang sedikit. Dan hampir tidak ada yang pejalan kaki selain saya. Tamannya sendiri tidak ada orang sama sekali, sama seperti malam-malam lainnya.

Saya berbelok ke arah satu jalan lagi untuk kembali ke apartemen saya. Pada saat itulah saya melihatnya. Dari kejauhan, trotoar di sisi saya, ada sesosok manusia, yang sedang menari. Tariannya aneh. Mirip dengan waltz, tetapi setiap kali dia menyelesaikan satu “tarian” dia akan maju selangkah dengan gerakan sapuan yang aneh. Mungkin bisa disebut berjalan-tari. Dan dia menuju ke arah saya.

Mungkin dia mabuk, pikir saya. Jadi saya bergeser sedekat mungkin ke jalan raya supaya dia bisa melewati saya nantinya. Semakin dekat ke saya, saya mulai menyadari betapa anggun gerakannya. Dia tinggi kurus, mengenakan jas tua. Dia menari semakin dekat. Saya bisa melihat wajahnya. Kepalanya agak didongak ke atas, matanya melihat ke langit. Mulutnya terukir senyuman yang lebar. Saya memutuskan menyeberang sebelum dia menari terlalu dekat dengan saya.

Jadi tanpa memperhatikan dia, saya segera menyeberang jalan raya. Ketika tiba di sisi seberang, saya balik melihat…

Dia berhenti menari tepat di seberang saya! Satu kakinya diangkat. Namun wajahnya tetap menatap langit. Wajah senyumnya tetap merekah di bibirnya.

Saya mulai was-was saat itu. Saya berjalan lagi. Mata saya tetap menatap dia. Dia tidak bergerak. Setelah jarak kami hampir setengah blok, saya berhenti menatapnya dan melihat trotoar di depan. Jalan dan trotoar di depan kosong. Kemudian saya menatap balik, ternyata dia sudah hilang. Saya mulai agak tenang. Namun, hanya untuk sesaat, karena ternyata dia sudah menyeberang jalan…

Dia sudah menyeberang ke sisi saya, dan sepertinya agak membungkuk. Saya kurang yakin karena faktor jarak dan bayangan. Tapi yang pasti dia mengarah ke saya. Saya bahkan tidak lebih dari 10 detik melepas pandangan dari dia. Dia sangat gesit.

Saya agak syok, diam terpaku menatapnya. Lalu dia mulai menari lagi. Kali ini dengan lebar langkah yang berlebihan ke arah saya. Di saat itulah saya sebetulnya ingin mengambil bubuk merica, ponsel atau apapun itu. Tetapi saya tidak melakukan apa-apa. Saya hanya diam terpaku melihat orang tersenyum itu mendekatiku…

Lalu dia berhenti lagi. Mungkin jarak dia satu mobil dari saya. Dengan masih senyuman dan tatapan ke atas.

Akhirnya saya bersuara. Saya mengeluarkan kata-kata pertama yang terlintas di benak saya. Sebetulnya saya ingin mengatakan “Apa yang kamu inginkan?!” dengan marah dan tegas. Namun yang keluar hanya suara gemetar “Apa yang kamu…?”

Entah manusia bisa merasakan ketakutan atau tidak, tetapi yang pastinya mereka bisa mendengarkannya. Dan saya mendengar suara saya sendiri. Suara saya membuat saya semakin ketakutan. Namun dia tidak bereaksi sama sekali. Hanya berdiri dan tersenyum.

Lalu beberapa lama kemudian, dia mulai berbalik arah. Dengan sangat perlahan-lahan berjalan menjauh. Seperti itu. Tidak ingin membelakanginya, saya menatap dia pergi. Sampai dia cukup jauh hingga hampir tidak kelihatan. Lalu saya mulai menyadari sesuatu. Dia tidak bergerak menjauh. Saya melihat bayangannya semakin lama semakin mendekat. Dia kembali lagi! Dan kali ini dia berlari ke arah saya!

Saya pun ikut berlari!

Saya berlari sampai ke sisi jalan dan tempat yang terang dengan sedikit kendaraan. Melihat ke belakang, dia sudah tidak ada. Sampai berjalan ke rumah, saya terus menatap belakang saya. Saya selalu berpikir dia akan tiba-tiba di belakang saya dengan senyumannya, yang untungnya tidak pernah.

Saya tinggal di kota itu untuk enam bulan kedepannya, dan saya tidak pernah keluar jalan-jalan lagi. Wajahnya terus menghantui saya. Dia tidak kelihatan mabuk. Dia juga tidak kelihatan sedang nge-fly. Dia kelihatan sinting! Dan ini betul-betul sangat menyeramkan.


Cerita asli ini bisa dibaca di sini. Mungkinkah dia hantu yang gentayangan di malam hari? Ataukah hanya manusia? Beberapa orang percaya bahwa orang misterius itu adalah manusia, yang ingin mengolok-olok dia. Tetapi siapapun itu, atau apapun itu, yang jelas merupakan kisah menyeramkan. Inilah video pendek sesuai penuturan blue_tidal.