Hay agan-agan kenalin nama saya si A (nama samaran). Oke deh langsung ke pokok ceritaku ya….

Malam itu kami bertiga sedang bermain playstation di suatu rental di kampung kami, sangking asiknya bermain kami tidak ingat lagi waktunya. Sekali liat jam sudah jam 1, terus kami menyudahi main nya. Salah satu dari temanku mengajak nongkrong dulu sebelum pulang. Ya kami pun belum ngantuk-ngantuk banget sih.

Gak lama kemudian cuacanya gerimis terpaksalah kami bertiga menunggu sampai teduh gerimisnya. Salah satu temanku merasa lapar, biasa efek jauh malam ditambah dingin-dingin. Lalu temanku berdua pergi ke suatu rumah makan yang jarak nya sekitar 1 KM dari tempat kami nongkrongnya. Tinggalah saya sendiri di tempat itu.

Kampung saya tidak terlalu ramai penduduknya. Masih banyak pohon rindang dan sudah tua. Di situ saya memutar MP3 supaya tidak terlalu sunyi nian. Maklumlah saya ni orang nya penakut hehehe… Tidak lama kemudian saya melihat sosok perempuan kira-kira 10 meter lah dari tempat ku.

Saya merasa aneh. Kok ada perempuan malam-malam keluyuran ya. Semakin lama semakin mendekat…

Nah tiba-tiba dia lewat di depanku tapi tidak menegurku dengan kepala tertunduk, rambutnya panjang menjulur ke depan. Tidak keliatan jelas mukanya. Saya pun mulai merinding dan saya yang menegurnya duluan “Mbak mau ke mana ya”

Si cewek inipun tidak membalas teguranku sambil berjalan terus ke depan. Badan saya pun mulai lemas ketakutan. Lalu saya kembali ke tempat tongkronganku. Dak lama kemudian temanku datang membawa makanan dan saya ceritakan yang terjadi sebelumnya kepada mereka dan merekapun penasaran ingin melihatnya juga.

Terus kami cari lah cewek tersebut sampai ke ujung kampung. Ternyata cewek itu masih berjalan sampe ke TPU (Tempat Pemakaman Umum) kampung kami lalu dia berbalik lagi melewati kami. Teman-temanku lalu bertanya ke cewek itu. Tapi tetap tidak ada respon juga… Oh iya, yang anehnya tadi waktu lewat depanku perut nya tidak besar (hamil tua). Kok waktu kami bertiga lihat, sekarang perutnya sudah besar ya.

Kalu menurutku cewek itu seusia 19 tahuan lah kira-kiranya. Terus kami ikutin sampai mana dianya. (Kalo bertiga beranilah hehehe). Tidak lama kemudian cewek itu masuk ke jalan setapak yang di dekat nya ada pohon kemang yang sangat rindang dan besar. Pas kami mau melihat nya si cewek itu menghilang sekejap, perasaan kami mulai ketakutan dan merinding.

Lalu kami berbalik lagi ke arah jalan besarnya dari jalan kecil tadi. Tiba-tiba cewek tadi terbang melayang dari belakang kami terus berbalik lagi menghampiri kami dengan suara ketawa khas kuntilanak dengan perut bagian belakang tubuh nya yang bolong serta penuh belatung!!

Kami pun tak ambil pusing lagi dan langsung mengambil langkah seribu. Tapi si kunti itu tetap mengejar kami!!

Nasib untunglah kami di selamatkan adzan subuh. Alhamdulilah deh. Semenjak itu saya tidak mau lagi begadang sampe larut malam gitu. Sekian dulu ceritanya.

– A