Cerita yang saya bawakan bukan pengalaman pribadi, tetapi pengalaman kakek. Waktu itu masih tahun 1960. Kondisinya juga terjadi di sebuah kampung.

Di kampung itu satu rumah dengan rumah lain, lokasinya lumayan berdekatan. Namun, ada satu rumah yang terletak agak jauh sendiri. Rumah itu ditinggali oleh seorang janda yang jarang interaksi dengan warga kampung lainnya.

Perempuan ini, menurut kakek saya, memiliki sebuah masalah. Dia sangat gampang kesurupan. Di malam tertentu, perempuan ini selalu mengalami kejadian mistis itu dan berteriak. Suara-suara yang keluar dari mulutnya selalu suara mengerikan. Tidak ada yang pernah mencoba cari tahu. Semua warga terlalu takut untuk membantunya. Namun selama ini, karena teriakannya akan selesai dengan sendirinya, mereka tidak terlalu peduli.

Hingga suatu malam. Teriakannya jauh lebih mengerikan. Hingga terdengar seperti ada dua suara. Karena suara teriakan sudah tidak normal. Warga kampung mengumpulkan seluruh keberanian mereka dan membuka pintu. Dengan obor di tangan, mereka kumpul di depan rumah janda itu. Saat itu suara teriakan janda terdengar lebih menyedihkan.

Beberapa pria membuka paksa pintunya. Pada saat pintu terbuka, teriakannya sudah berhenti.

Tentu saja, semua yang hadir di situ makin merasa seram. Kakek saya adalah yang memimpin kelompok itu. Dia berjalan selangkah demi selangkah mencari perempuan malang itu. Suara teriakan memang sudah berhenti, tetapi sebagai gantinya suara seperti kumur-kumur, suara gemeretak, suara dicincang. Mereka semua berhenti tepat di depan sumber suara itu.

Di depan mereka adalah sebuah ruangan atau kamar. Karena memang dalam rumah itu tidak dinyalakan lilin atau petromak, kamar itu betul-betul gelap gulita. Kakek mengarahkan obor ke dalam ruangan.

Janda itu duduk di sudut. Kotoran di bawahnya. Pakaian yang dikenakannya penuh dengan darah. Rambutnya yang acak-acakan. Dia sedang menggigit dan mengunyah ayam yang mungkin menyasar masuk ke dalam rumahnya. Darah segar ayam mentah itu masih mengalir.

Perempuan itu tiba-tiba berhenti dan menatap kakekku. Bagian putih matanya berwarna kekuningan. Kemudian lensa matanya seperti ada abu-abu begitu. Kakekku, hingga hari ini masih ingat benar mata itu. Tanpa sempat bereaksi, perempuan itu langsung berlari ke arah kakek dan menggigit betisnya!

Kakek sontak teriak sambil berusaha bangkit. Dia menendang-nendang agar wanita itu melepaskan gigitannya. Dan kakek langsung terbangun dari mimpi buruknya sambil terengah-engah dan berkeringat dingin.

Iya, kakek mengalami mimpi buruk. Tetapi mengapa saya posting cerita ini, bukan karena mimpi seramnya. Tetapi kejadian selanjutnya. Pada saat terbangun, kakek merasakan sengatan di betis yang digigit dalam mimpi itu. Jadi kakek secara reflek mencoba menyalakan lampu minyak dan mendekatkan ke kakinya. Ada bekas gigitan! Pola gigitannya jelas dan berwarna hitam-kehijauan.

Jelas saja cerita itu membuat warga kampung heboh. Mereka memutuskan untuk melakukan ritual untuk menolak bala. Saya sendiri cukup salut dengan rasionalitas warga di situ. Karena kalau baca koran-koran, mungkin janda itu sudah diamuk massa dengan tuduhan melakukan ilmu hitam. Sepertinya warga di kampung kakek cukup dewasa dalam hal ini.

Dan begitulah, akhirnya wanita itu kata kakek belakangan ditemukan dalam keadaan meninggal karena memutilasi dirinya sendiri. Rumah itu, karena tidak ada yang tinggal lagi, akhirnya dirobohkan. Warga pun mendoakan agar mereka senantiasa terhindar dari hal-hal negatif.

Kakek saya masih merasa seram, kalau teringat-ingat wanita itu, apalagi matanya.k

Penulis: Nameet