Saya sebelumnya sudah cerita tentang pengalaman menyeramkan saat kecil. Mimpi yang sangat nyata aku alami kembali saat aku SMA. Aku memang orang yang takut dengan kegelapan. Dan saat itu sekitar jam 7-8 malam tiba-tiba listrik di kampungku padam.

Dan seperti sebelum-sebelum nya aku selalu gelisah saat itu terjadi. Jantungku berdebar sangat cepat dan aku mulai sulit bernafas. Hingga akhirnya aku tertidur menahan itu semua.

Aku terbangun dari tidurku karena merasa seperti ada yang menekan seluruh badanku hingga membuat badanku panas dingin.Tapi aku belum merasa sadar seutuhnya. Lalu aku seperti mulai sadar badanku sedang berputar-putar, tapi aku tidak berani membuka mataku karena dalam kondisi itu aku juga mendengar suara anak-anak kecil sedang tertawa kegirangan.

Tapi aku mencoba mencari tau apa yang terjadi padaku. Aku membuka mataku sedikit karena takut. Dan aku melihat disekitarku ada anak-anak (seingatku laki-laki semua)yang usianya sekitar 5-8 tahun, mereka mengenakan cangcut seperti kain berwarna putih yang sedikit lusuh (seingatku mereka semua botak). Mereka semua asyik tertawa-tawa sambil berputar-putar mengelilingi aku. Aku merasa sangat takut saat itu.

Ketika dalam kondisi seperti itu, aku melihat sosok berwarna hitam besar sedang berdiri di pojokan lemari kamarku. Tapi aku tidak tau dia hanya sekedar berdiri saja atau sedang memperhatikan aku. Rambutnya panjang sepinggang. Semua badannya hitam, hingga aku tidak tau makhluk seperti apa itu.

Karena aku sangat takut, aku menutup mataku kuat-kuat dan berusaha membaca doa-doa yang aku bisa. Hingga badanku yang panas dingin itu lama-lama mulai hilang dan aku mulai sadar seutuhnya dalam dunia yang benar-benar nyata.

Setelah aku kembali kepada kenyataan di dunia yang sesungguhnya, aku langsung istigfar berkali-kali dan aku menyadari bahwa saat listrik padam itu ternyata aku ketiduran dan tak sempat membaca doa tidur. Lalu aku kembali tidur dengan berpindah posisi tidur dan sebelum tidur aku berdoa terlebih dahulu.

Dan paginya aku bangun dengan fresh dan berangkat ke sekolah.

Penulis: Santi