Saya cukup beruntung bisa mengunjungi Hong Kong sebanyak dua kali. Pertama kali bareng dengan keluarga pada tahun 1994, yang kedua, itu sendirian pada tahun 1995. Nah cerita seram ini terjadi pas kunjungan kedua itu…


 

Cerita saya ini terjadi waktu bulan Juli 1995. Waktu itu saya keluar bersama teman-teman lalu rencananya setelah pulang dari area Granville, jadi balik ke flat paman saya. Sekedar info, itu saudara paman yang jauh. Tapi mengingat saya tidak familiar dengan tempat ini, keluarga meminta saya lebih baik tinggal di flat paman saja, daripada tinggal di hotel yang mahal.

Ok, lanjut cerita flat paman. Kebetulan lokasi tempat tinggal paman di daerah Distrik Central. Di sini terdapat eskalator outdoor terpanjang di dunia. Nah biasanya kalau pagi hari eskalatornya akan menyala, dan kalian bisa pergi ke berbagai tempat dengan nyaman.

eskalator-mid-central-malam

Kondisi salah satu bagian eskalator ketika malam hari..

Tetapi masalahnya saya sekarang sendirian, di tengah malam jam 2…

Kalau tidak salah kejadian saya itu terjadi di Conduit Road. Waktu itu saya gak melihat ada siapapun di sana selain saya sendirian. Tapi anehnya saya merasa ada orang yang mengawasi saya. Saya pikir mungkin kamera pengawas. (soalnya di area sini terpasang kamera pengawas jadi tetap aman)

Tapi sesaat kemudian saya mendengar suara. Suaranya seperti seseorang menapaki eskalator dengan cepat. Sepertinya orang itu berjalan cepat menuju ke arah saya. Ketika dia menghentakkan kakinya, terdengar suara “THANG”, dentangan logam. Suara itu semakin lama semakin dekat dengan saya. Dengan kecepatan yang konstan.

Saya akhirnya memutuskan berhenti melangkah dan mendengar seksama. Mencoba mengintip ke bawah. Biasanya kalau kita melihat ke bawah dari titik saya berdiri itu, kita bisa melihat dengan jelas bagian bawahnya. Tetapi anehnya tidak terlihat apa-apa. Dan juga suara dentangan logam juga berhenti…

Saya akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Tetapi ternyata suara dentangan logam itu kembali berbunyi. Saya mulai berjalan cepat.

Eskalatornya sudah berhenti bergerak, jadi saya harus melangkah kaki lebih cepat. Dan setiap kali saya melihat kamera pengawas, saya berhenti sesaat dan melambaikan tangan ke arah sana. Harapannya ada petugas yang datang dan menolongku. Tetapi ternyata gak ada satupun orang yang kelihatan. Saya mulai merasa takut.

Tidak ada yang datang untuk menyelamatkan saya. Tidak ada sama sekali. Dan suara itu semakin dekat. Saya memutuskan berlari di eskalator. Saya tahu kalau lari di eskalator itu melanggar aturan. Tapi peduli amat. Moga-moga ketika petugas keamanan melihat saya berlari, mereka bakal datang menegur saya. Setidaknya saya aman.

Selama berlari saya tidak berani menoleh ke belakang. Soalnya suara dentangannya semakin lama semakin keras. Setelah sampai bagian teratas eskalator saya menoleh sesaat ke arah eskalator, saya hanya melihat sepasang mata merah. Tidak ada yang lain…

Buru-buru aku lanjut berlari. Untungnya tidak jauh dari situ ada sebuah kafe yang masih terbuka. Langsung saya lari terbirit-birit masuk ke dalam. Di dalamnya hanya ada satu staff yang sedang makan. Ketika saya masuk, tiba-tiba seorang nenek di dalam kafe langsung berteriak. Menunjukkan ke luar. Saya yakin dia melihat apa yang saya lihat tadi. Sepasang mata merah.

Seorang pria serta merta mengangkat patung Guan Gong, yang kebetulan ada di kafe itu dan menunjukkannya ke arah pintu. Setelah itu mata merah itu hilang.

Patung Guan Yu atau dikenal Guan Gong, sangat banyak dipuja orang Hongkong...

Patung Guan Yu atau dikenal Guan Gong, sangat banyak dipuja orang Hongkong…

Saya tidak tahu apa itu yang mengikutiku. Tetapi yang pastinya seram sekali. Belakangan setelah saya balik, saya cek di Wikipedia, saya baru sadar ternyata tempat situ memang cukup angker. Soalnya dulu sempat terjadi longsor yang menewaskan banyak orang sekali. Pada tahun 1972 sempat terjadi longsong besar yang menewaskan hingga 67 orang.

-H