Kejadian ini saat si penutur sedang berwisata di salah satu hotel Genting. Ada seseorang (atau mungkin sesuatu) yang menjilati telapak kakinya. Dia tidak berani mengecek apa itu, sampai akhirnya…

Genting Highland merupakan tempat pariwisata yang dibanggakan negara Malaysia. Sebagai tujuan destinasi turis mancanegara, Genting selalu ramai setiap saat. Tetapi dikarenakan aslinya adalah gunung yang terpencil, tidak heran jika sering ada cerita-cerita hantu di sana.

Cerita kali ini merupakan salah satu cerita yang cukup terkenal di Malaysia. Tidak jelas siapa sebenarnya yang mempostingnya pertama kali. Apakah ini asli atau tidak juga tidak bisa dicross-check. Tetapi, inilah ceritanya…

Saya adalah agen asuransi. Perusahaan asuransi saya melakukan konvensi setiap tahunnya di hotel Malaysia. Nah tahun 2009, konvensi-nya dilakukan di Genting Highlands. Kita tinggal di First World Hotel. Saya tinggal di satu kamar hotel bersama rekan saya, Harun. Kami berdua cukup menikmati proses konvensi ini. Hari terakhir acara bebas. Jadi saya menghabiskan waktu di bar.

Jujur saya menenggak bir terlalu banyak dari biasanya. Akibatnya saya mulai pusing dan merasa lelah. Karena itu, saya memutuskan pulang ke kamar hotel terlebih dahulu. Harun masih tetap di bar. Karena kita masing-masing punya kartu akses, jadi tidak masalah, saya bisa pulang ke kamar sendirian. Dan begitulah, saya menggunakan kartu akses, masuk kamar, dan langsung merebahkan badan.

Mungkin setelah dua jam saya tidur, saya mulai terbangun karena ada sentuhan. Saya merasakan ada seseorang atau mungkin sesuatu yang menjilati telapak kaki saya. Dan, dia menjilati seluruh telapak kaki saya. Pikiran saya muncul ribuan pertanyaan. Tetapi yang pasti adalah, apa sebetulnya yang menjilati itu.

Saya tidak berani menoleh orang itu. Saya pikir mungkin setelah beberapa lama, akan hilang sendiri. Tetapi ternyata tidak.

Jilatannya tetap terasa. Rasa basah dan lidah lunak mengenai telapak kaki, saya masih sangat ingat. Akhirnya setelah jilatan itu tidak berhenti, kurang lebih setengah jam kemudian, saya memberanikan diri, bangkit dan melihat siapa sebetulnya yang menjilat!

Saat itu ruangan tidak gelap, lampu di samping ranjang masih menyala. Jadi saya bisa melihatnya dengan sangat jelas. Dan yang menjilati kaki saya adalah….

Harun!

Saya melihat dia menjilati kaki saya seperti orang menikmati es krim. Dia tidak mengacuhkan saya yang bangkit duduk dan sedang melihatnya. Lalu tiba-tiba dia melihat saya, tetapi tetap menjilat.

Beberapa saat kemudian dia tersenyum melihat saya.

Saya bingung. Saya mencoba tersenyum balik ke dia.

Saya bingung bagaimana menghentikannya. Apa yang harus dilakukannya? Dan seperti yang saya jelaskan tadi sebelumnya, saya juga masih sedikit dipengaruh alkohol. Saya tidak bisa leluasa bergerak…

Lalu Tiba-tiba suara pintu terbuka.

Harun berjalan masuk dan menyalakan lampu ruangan utama. Saya langsung melihat “Harun” yang menjilati saya tadi. Ternyata sudah hilang!

Saya tidak berani menceritakan ke siapa-siapa hingga saya pulang. Waktu kejadian itu, saya sama sekali tidak bisa tidur kembali. Efek alkohol yang di badan langsung hilang begitu saya melihat Harun asli berjalan masuk. Saya langsung dalam keadaan sangat sadar.

Kalau kamu bertanya apa yang sudah saya lakukan sehingga mengalami hal ini, saya tidak bisa menjawabnya. Saya tidak melakukan hal-hal aneh selain mengikuti konvensi dan pas hari itu saja berada di bar minum bir. Mungkin kalian berpikir saya mabuk atau halusinasi. Tetapi saya bisa memastikan saya sudah dijilati selama hampir sejam, tentunya tidak mungkin efek ini terasa terus menerus kalau lagi mabuk atau halusinasi bukan?