Umumnya dokter harus melakukan ronda untuk memantau status dan kondisi pasiennya. Ada yang disebut dengan ronde besar. Tujuannya lebih untuk mengajari para dokter muda atau residen secara langsung. Namun umumnya, yang paling sering adalah hanya dokter sendirian yang melakukan ronde menjenguk pasien satu per satu. Nah kali ini ada kejadian mistis seputar ronde…

Kalau kalian pernah nonton film kedokteran Jepang “The Hospital”, pasti pernah nonton adegan profesor diiringi para dokter melakukan ronde besar di rumah sakit kan? Di Jepang pembagian strata memang sangat kentara sekali. Hanya profesor yang boleh naik lift, sisanya harus lewat tangga. Lalu di dalam rombongan inspeksi, susunan rombongan berdasarkan umur dari tertua sampai termuda di belakang. Namun akhir-akhir ini dikarenakan jumlah tenaga yang tidak mencukupi, jadi rombongan ronde dokter seperti itu sudah sangat jarang ada.

Pada saat saya menangani bagian kolorektal, dikarenakan profesor biasanya melihat pasien sampai larut malam, biasanya jumlah rombongan dokternya tidak akan sampai 3 orang. Dokter tetap di rumah sakit itu juga pada sangat sibuk. Jadi umumnya kalau mereka berinisiatif mencari saya, saya baru ikut menemani mereka keliling menjenguk pasien. Ini gak seperti tahun pertama saat gua menjadi dokter tetap. Dulu pas awal-awal jadi dokter, tepat jam 7 pagi, dokternya akan mulai melakukan kunjungan pasien.

Kalau malam hari, inspeksi dokter biasanya hanya saya satu orang saja. Paling-paling ada satu dokter lagi yang sedang jaga shift, ikut menemani saya menjenguk pasien. Tapi umumnya jarang. Cerita gua kali ini berkaitan dengan kunjungan ke pasien pada malam hari…

Ronde besar rumah sakit

Adegan “The Hospital”. Serombongan dokter melakukan ronde besar di rumah sakit. Di Taiwan sendiri kegiatan ini sudah cukup jarang dilakukan.

Malam itu agak telat soalnya pas siang tadi ada operasi yang tidak lancar. Gua baru mulai ronde saat perawat yang jaga shift malam hadir. Pada mulanya gak ada kendala apapun. Satu per satu pasien saya tanyakan perkembangan badannya. Lalu akhirnya, sampailah saya ke sebuah kamar tunggal (kamar yang hanya ditempati satu pasien). Di dalamnya ada si nenek yang menderita kanker usus besar stadium akhir. Kebetulan saat ini anggota keluarga tidak ada, jadi hanya ada si nenek sendirian. Walaupun badannya lemah, tapi beliau tetap bersemangat.. Beliau baru saja dioperasi, dan baru-baru ini ditransfer ke sini untuk menjalani kemoterapi.

Pada saat gua masuk, si nenek tengah setengah duduk bersandar ke ranjang. Dia cukup gembira melihat saya,

Nenek : “Apa kabar Dok. Waduh sudah begitu malam masih harus kerja. Sungguh terima kasih.”

Gua : “Gak apa-apa Nek. Hari ini kondisi lumayan baik yah. Bisa makan?”

Nenek : “Iya, bisa makan.”

Gua : “Ok, kalau tidak masalah, berarti tidak apa-apa. Kalau besok pas pengecekan darah tidak ada indikasi masalah, maka kita sudah bisa lanjut ke rawat jalan.

Nenek : “Baik, baik. Terima kasih. Sudah larut malam begini, masih begitu banyak yang menjenguk saya. Betul-betul terima kasih banyak.”

Gua : “Gak apa-apa Nek…”

Sampai sini gua masih belum merasakan ada keanehan. Saat itu pikiran gua masih sedang memikirkan bagaimana caranya membujuk pasien berikutnya untuk keluar rumah sakit. Di saat itulah sang kakek masuk. Nenek pun bicara dengan kakek.

Nenek : “Eh, profesor sedang jenguk saya nih.”

Gua : “Sebetulnya gua hanya dokter!” (Gua segera jelaskan ke kakek, maksudnya biar si kakek gak salah paham. Kakek menganggukkan kepala dan berdiri di sisi ranjang yang satu lagi)

Nenek : “Kamu lihat. Profesornya hebat yah. Masih muda, malam-malam masih membawa satu rombongan dokter dalam ronde rumah sakit.”

Kakek : “Iya..” (Tidak paham maksudnya, hanya mengganggukkan kepala)

Gua : “Baiklah kalau tidak apa-apa. Silahkan istirahat lebih awal. Selamat malam…”

Tepat pada saat berjalan keluar, gua tiba-tiba baru sadar…


Siapakah yang mengikuti Dokter Hong, dalam inspeksi pasiennya? Nenek yang salah lihat kah? Atau memang ada sekumpulan hantu mengikuti dia dalam ronde rumah sakit?

Bersambung ke cerita hantu di rumah sakit bagian 13