“Meiling cepat ke Awal Bros”, suara telepon dari Ayah yang mengkabari  saya untuk segera ke Rumah Sakit Awal Bros, ternyata nenekku sudah tidak bisa bertahan lama karena sakit beratnya, saya naik taxi plat hitam dan sampai ke RS Awal Bros, segera saya ke ruang nenekku, saya melihat nenekku dengan mata yang terpelotot dan gemetaran. Dia tidak bisa berbicara, sepertinya sangat – sangat menderita, beberapa anakknya termasuk ayahku meminta nenek untuk meninggalkan kami dengan tenang, tetapi nenek tetap bertahan dan tidak meninggal. Tiba-tiba jarinya menunjuk diriku seakan meminta saya mendekati dirinya, segera saya mendekati dirinya, tanganku dipegang erat kemudian mulutnya bergumam tidak jelas, ga lama kemudian, nenek pun memutus napas terakhirnya…

Memakan waktu untuk  7 hari untuk menyelesaikan upacara kematian nenek dan walaupun merasa sedih, kami kembali ke kehidupan masing – masing seperti biasanya. Tiga minggu kemudian saya melewati sebuah toko pangkas yang berada di Nagoya, di dalam terdapat beberapa bapak – bapak yang menunggu giliran mencukur.

Tiba – tiba salah satu pria yang sudah berumur kepala 5 dengan iseng memanggilku, “Amoy Amoy kemana ? duduk sini lah panas-panas, nak kemana” Diriku merasa tidak enak dengan rayuan begitu, saya bergumam dengan suara kecil “Awas kaw nanti kena celaka” dan singgah ke toko sebelah untuk membeli pulsa.

Kemudian ketika saya kembali dan melewati barber shop tersebut, Bapak yang tadi iseng mengejekku tiba – tiba tertimpa dengan bola lampu yang berada di barber shop itu dan mengalami cucuran darah yang tak berhenti, saya sedikit shock dan cepat – cepat menjauhi.

Selanjutnya kejadian yang tidak sedap berupa beberapa hari kemudian saya membeli sebuah handphone baru di daerah Center Point. Setelah dipakai untuk seminggu ternyata HP tersebut mati total, segera saya ke toko HP kemarin untuk meminta tanggung jawab. Tetapi si penjual tersebut dengan arogan mengatakan bahwa HP tersebut rusak karena ulah saya bukan dari manufacture. Lagi – lagi secara spontan saya bergumam sesuatu yang tidak baik. HP penjual tersebut berdering dan dia menjawabnya tanpa menghiraukan keberadaan saya. Segera saya meninggalkan tempat itu dengan amarah yang tinggi. Tidak lama kemudian saya mendengar teriakan dan paniknya orang – orang di dekat konter HP yang saya kunjungi tadi, ternyata penjual hp tadi terluka karena hp nya meledak tanpa sebab. Kejadian – kejadian seperti begitu sering terjadi, baik tukang ojek yang meledekku dijalan hingga ke teman kerjaku yang tidak sopan dengan diriku.

Karena suasana kerja yang tidak menyenangkan akhirnya saya berhenti bekerja dan melamar kerjaan baru tetapi sertifikat saya menghilang. Itu benar – benar kelalaian saya tetapi sertifikat sangat penting. Akhirnya saya berencana ke tempat orang pintar untuk lok thang (bertanya ke dewa) untuk bertanya di mana sertifikatku. Ketika proses lok thang, dewa mengatakan kepadaku bahwa diriku ada makluk halus yang diwariskan oleh nenekku, makhluk halus itu berperan sebagai pelindungku tetapi makluk tersebut harus memiliki tuan.

Ketika nenek mendekati ajal, dia tidak bisa pergi dengan tenang karena makhluk halus tersebut tidak memberikan dia pergi begitu saja tanpa ditunjukkan ahli waris berikut yang sebagai tuan dan penghuninya. Akhirnya saya meminta Dewa untuk mencabut makluk halus tersebut dari diriku, prosesi pencabutan begitu menyakitkan hingga aku berteriak dengan badan gemetar, diriku seperti diserang demam keras.

Akhirnya saya tidak lagi mengalami hal – hal janggal hingga saya menemukan suamiku berselingkuh dengan seorang wanita dan …..

(Bersambung)