Saat itu pukul 22.30 malam saya kedatangan tamu, yakni tetangga saya. Saya lalu bertanya. “Eh, Koko (samaran) ngapain ke sini malam-malam?” tanyaku.

“Aku lagi sendiri di rumah. Jadi boleh aku mau nginap di sini?” jawab Koko.

“Ya ya boleh, aku juga lagi sendiri nih.”

“Makasih ya!”

Saya pun bersama Koko menonton film. Lalu Koko menepuk pundakku. “Hei, aku di teras ya. Panas!”

“Iya, tapi jangan lama lama, sudah jam 23.30.”

“Oke lah..”

Anehnya tuh anak keluar lama amet. Saya pun hampir menunggu lama. Saya melirik jam. Sudah jam 00.20.

“Koko!”

Saya liat dia lagi ngobrol sama cewek yang rambutnya panjang dan berbaju putih di gang rumah saya.

“Koko! Pulang udah jam 00.20…”

“Ya ya!!” Wajahnya memperlihatkan kalau ia suka sama cewek itu.

“Siapa cewek itu?” Tanya saya.

“Ooo.. namanya Kunti kayak di Mahabharata ya!” katanya dengan santai.

“Dia tinggal dimana Ko?”

“Katanya jauh..”

Ugh! Aku langsung kaget. Aku lihat ke gang, cewek itu sudah hilang. Aku berpikir. Sudah pasti itu kuntilanak.

“Ya ampun Koko!!”

“Kenapa?”

“Dia itu kuntilanak!”

“Masak sih?!” Katanya tak percaya.

“Liat ke gang! Emangnya dia ada?!”

Koko langsung kaget. Dan berlari ke kamar.

“Baca doa dulu Ko,”

“I.. Iya..”

Tapi, beberapa menit kemudian, ada suara tawa nyaring entah datang dari mana.  Suara tertawa kuntilanak. Saya dan Koko saling berhadap hadapan. Dan langsung buru-buru menutup diri dengan selimut.

-Putu Ayu Raya Gangga