Perkenalkan teman-teman, namaku Nayla. Aku sekolah di SDN Jatirasa 4 Jatiasih Bekasi. Langsung saja ke cerita nya.

Jadi peristiwa ini terjadi pada saat malam perjusa (Perkemahan Jumat Sabtu) di sekolahku. Ada banyak sekali kakak alumni yang bertugas sebagai panitia. Salah satunya adalah teman satu sekolah dengan kakakku yang bernama Maritza yang biasa dipanggil kak Chacha.

Dia adalah salah satu kakak pramuka yang dikagumi semua teman-temanku. Dia sangat cantik dan nyaman diajak berbicara. Pada suatu malam guru-guru datang ke ruangan murid perempuan yang bertempat di kelas 3. Guru-guru berkata, “Di sini ada yang bawa Alqur’an gak?”

Semua anak tentu menjawab tidak, karena dalam selembaran kertas bertuliskan “Barang yang wajib dibawa” tidak disebutkan harus membawa Al-Qur’an. Dan akhirnya pun beberapa kak panitia ikut berdatangan dan menyuruh untuk berdoa bersama dan membaca istigfar bersama.

Tentu semua anak penasaran. Salah satu temanku bernama Tania bicara bahwa kak Chacha telah kerasukan mahkluk yang biasa disebut dengan roh ghaib atau syaitan. Pada malam itu, semua anak dilarang untuk bengong dan mengosongkan pikiran. Semua guru dan panitia kembali ke ruangan masing-masing.

Semua anak langsung berdoa dan mengobrol agak tidak bengong, tiba tiba JREK “waaaaaaaaaaaa” lampu mati tanpa dimatikan, dan semua anak teriak.

“Kenapa? Kenapa?”

Lampu pun dinyalakan oleh panitia lelaki yang datang. Dan anak-anak berkata, “Lampunya mati Kak!”

“Gak kok, mungkin lampunya korslet” kata kakak itu supaya tenang.

Dan temanku bernama Tyas bilang bahwa “Kalo ada bundaku, pasti dia teriak paling keras. Soalnya bundaku bisa melihat yang begituan.”

“Kalo kamu bisa gak?” tanyaku.

“Cuma bisa liat bayangan dan denger suaranya.”

Kemudian anak-anak pun diajak keluar kelas untuk upacara api unggun. Kak Chacha sudah kembali terlihat ceria dan sehat. Setelah itu, kami disuruh tidur pada pukul 10.30 sampai 02.00 malam. Saat waktu tidur anggota kelompokku tidak ada yang tidur kecuali Mutiara temanku yang pulas.

Setelah waktunya bangun, kami melakukan renungan. Setelah itu sholat tahajud dan khutbah. Saat khutbah kak Salsa salah satu panitia ikut kerasukan. Kita pun sholat subuh lalu setelah itu istirahat dan bersih-bersih kelas setelah itu kami senam dan kak Salsa masih bengong.

Penulis: Nayla