Pendahuluan

Semenjak dahulu kala, manusia selalu merasa ingin tahu masa depan, terutama masa depan dirinya sendiri. Itulah sebabnya manusia berusaha meramal masa depan dengan mencari korelasi antara tanggal lahir mereka, tempat kelahiran mereka, tampang mereka, wujud mereka untuk mengetahui kehidupan mereka kelak seperti apa.

Manusia juga dalam rangka supaya hidup lebih baik, mereka mencoba mengorek misteri alam semesta. Mencoba mencari hubungan hari baik supaya kegiatan yang dilakukannya selalu berjalan baik dan lancar. Itu sebabnya mereka menciptakan rumus perhitungan dengan harapan memperoleh kelancaran dalam melakukan apapun.

Daftar Teknik Meramal Masa Depan

Berbagai budaya di dunia selalu ada teknik-teknik meramal. Oleh karena itu, Cerita Mistis menghadirkan berbagai perhitungan ramalan untuk menambah wawasan secara cuma-cuma sebagai bahan kajian, juga sebagai hiburan. Silahkan menggunakannya secara bijak.

Ingat, manusia hanya bisa menerka masa depannya, namun Tuhan yang berkehendak. Jangan tinggi hati jika ramalannya baik, jangan berkecil hati jika ramalannya buruk. Tanggapilah secara bijak ramalan apapun. Jika ramalan baik, banyak bersyukur. Jika buruk, banyaklah beramal dan membantu untuk memperbaiki nasib.

⇨ Ramalan Berat Tulang

Ramalan berasal dari budaya Tionghua. Dengan memperhitungkan tanggal dan jam lahir, menggunakan rumus yang sudah ditentukan, maka akan ketahui hidupnya kelak seperti apa.

⇨ Ramalan Rejeki Berdasarkan Pranata Mangsa

Ramalan ini berasal dari budaya Jawa. Dengan memperhitungkan siklus matahari dalam setahun pada kelahiran seseorang dipadukan dengan hari kelahiran, akan didapatkan rejeki dia di masa depan seperti apa.


Supaya segala usaha dan kegiatan berjalan lancar tanpa masalah, orang dari zaman dahulu sudah selalu mencoba menghitung dan mencari hari baik. Memang tidak pernah ada penelitian secara ilmiah mengenai hal ini, tetapi jika tidak merepotkan mengapa tidak ditaati saja?

Menentukan Hari Baik

⇨ Mencari Hari Baik Pernikahan Jawa

Menentukan hari baik untuk pernikahan dengan menghitung tanggal lahir sesuai kalendar Jawa dan hari Weton mempelai pria dan wanita.