Saya orangnya memang tergolong pendiam, kadang lebih baik saya mencurahkan isi hati di Kaskus daripada orang terdekat. Ini bukanlah kejadian pertama saya dimusuhi karena sukses jualan, mungkin karena dari dulu saya orangnya lebih pasif dan diam.

Saya yang memang lebih cocok bekerja secara online sukses menerima orderan. Kata orang, biasanya orang pendiam memang cocoknya di online, dibalik layar, menggunakan ketikan untuk melayani pelanggan. Kejadian pertama di usaha parfum yang saya tekuni. Saat itu yang membuat ulah adalah rekan kerjaku, karena bisnis parfum sukses, saya menerima orderan kurang lebih 60+ setiap hari dan akhirnya saya memilih untuk resign untuk menekuni online.

Jenuh dengan parfum akhirnya saya mencari peluang usaha lain dan melihat tren rambut Pomade yang bagus, dan kebetulan saya ditawarin produk penata rambut, CLAY rambut. Akhirnya saya pelajari produk tersebut, ternyata itu adalah produk dari Dhubai dan saya pakai sendiri. Sangat bagus kualitasnya membuat rambut saya mengembang dan rapi.

Akhirnya saya memberanikan diri untuk menjual produk rambut tersebut, semua pengalaman dari awal yang masuk produk tersebut, saya ceritakan pada Bandu, teman akrabku sejak kuliah. Tetapi saya memang tahu Bandu itu sedikit tukang iri, pernah kejadian di mana saya memulai usaha kecil-kecil percetakan di kampus, dia bukannya mau membantu, malahan tanya ini itu, kualitas kertas dan tinta dan lain-lain yang membuat saya sulit menjawab di hadapan orang-orang kampus. Dan setiap kali saya memiliki karya animasi yang saya upload di media sosial, si Bandu pasti akan mengkritik hingga detail-detailnya. Tapi saya anggap teman dan saya membiarkan aja.

Bandu bisa dikatakan anak orang kaya, dan rumahnya memiliki usaha, hal tersebut membuat Bandu suka memberi nasehat bisnis dan teori bisnis ke kita-kita yang bukan apa-apa. Setelah saya mengenal Lion Clay, saya menawarkan ke Bandu untuk membeli dengan saya, dia tidak menanggapi ataupun tertarik.

Akhirnya saya berputar dengan sepeda motor dan kadang taxi bila ke tempat yang jauh untuk menawarkan produk lion clay aku ke salon – salon ataupun toko yang menjual kecantikan.

Akhirnya usahaku menjadi lancar, karena khasiat dan efek penata rambut yang terjadi sama saya, terjadi juga ke sesama pembeli, dan orderan pun mulai membanyak dan bisa dikatakan semua itu saya bukan dapat dengan gampang, bisa dikatakan setiap salon harus saya kunjungi rata – rata 4 kali dan kadang saya kasih bon untuk mereka menerima barang ku yang termasuk baru. Saya sering menceritakan susah payah aku ke Bandu sebagai bentuk curhat, puncak kedengkian dia mulai ketika saya mulai membeli mobil baru, dalam waktu sekitar 3 bulan, saya memberanikan diri untuk kredit mobil mobil Nissan Grand Livia warna putih.

Kabar baikku ternyata bukan kabar baik bagi Bandu, akhirnya Bandu mulai juga jualan Pomade yang sudah ramai di pasaran, setiap salon yang ada produk saya, selalu dia datang dan membanding bandingkan, dia membandingkan LION CLAY ku dengan Uppercut, Suavecito, dan lain – lain. Tetapi ternyata usahanya gagal, mulailah Bandu memakai cara sempit, dia menuduh produkku adalah produk yang terkutuk dan mempunyai koneksi dengan Illuminati dan ajaran Satan Lucifer. Dia membuat artikel dan menyebarkannya di forum – forum daerahku.

Menurut dia LION CLAY itu adalah hasil dari illuminati, dia memperlihat video2 seperti teori gambar satu mata dan gambar segitiga, kemudian di hubungankan dengan produk LION CLAY huruf O dan A, Saya merasa sangat absurd.
Untuk sekarang orderanku masi diatas rata – rata dan saya masih kuat membayar kredit Livina ku yang sekitar 9 bulan lagi.

Saya harap Bandu cepat sadar dan bisa akur dengan saya, saya tidak pernah bersikap sombong dan merasa lebih unggul dari dia. Saya lebih ke tipe orang yang ingin sama – sama sukses dan saya percaya untuk berdagang sebelumnya saya mempelajari product tersebut sebelum saya menjual ke orang lain.

 

Dari cerita diatas, saya ingin menyimpulkan bahwa makluk yang paling horror bukanlah wewe, kuntilanak maupun vampir, tetapi Manusia.. Manusia yang bertopeng Teman Dekat.

Web: www.LIONCLAY.com
Instagram : @HOJ.LIONCLAY